Asas-asas
Manajemen
KEPEMIMPINAN
DALAM MANAJEMEN
OLEH
HILDAWATI
JURUSAN
ANTROPOLOGI SOSIAL
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
HASANUDDIN
2014
Kata
Pengantar
Puji
dan syukur penulishaturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena
atas Berkat dan Rahmatnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Isi makalah ini, penulis mengangkat tentang “KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN”.
Semoga dengan pembahasan makalah ini dapat berguna bagi kita. Akhirnya penulis
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu penulis dengan
memberikan dorongan dan saran untuk menyusun makalah ini sehingga diselesaikan
dengan baik. Dan juga makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan, apabila ada kekurangan atau kesalahan kata dalam
penulisan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan bersedia menerima
kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi memperbaiki makalah ini.
PENULIS
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar......................................................................................................
i
Daftar
Isi................................................................................................................
ii
BAB
1 Pendahuluan
Latar
belakang masalah..........................................................
1
Rumusan
masalah..................................................................
2
Tujuan
dan maksud penulisan................................................
2
BAB
2 Pembahasan
Pengertian
Kepemimpinan.....................................................
3
Pengertian
Manajemen...........................................................
4
Perbedaan
Antara Kepimpinanan Dan Manajemen.............. 5
Kepemimpinan
Dalam Manajemen........................................
7
Fungsi
– Fungsi Kepemimpinan..........................................
10
Tipe-Tipe
Kepemimpinan.....................................................
12
Syarat-Syarat Pemimpin Yang Baik .................................. 13
BAB
3 Penutup
Kesimpulan..........................................................................
14
Saran....................................................................................
14
Daftar
Pustaka.........................................................................................................
ii
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Manajemen
dalam bahasa inggris berarti mengelola atau mengatur. Dalam Fattah (2006: 1),
manajemen diartikan sebagai ilmu, kiat, dan profesi. Manajemen sebagai ilmu
merupakan bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa
dan bagaimana orang bekerja sama. Manajemen sebagai kiat seperti pernyataan
Follet merupakan hal yang dapat mencapai sasaran melalui cara-cara dengan
mengatur orang lain dalam menjalankan tugas. Manajemen sebagai profesi
menjelaskan adanya landasan keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi
manajer dan para profesional dengan dituntun oleh sebuah kode etik. Manajemen
dalam pendidikan menurut Djam’an Satori dalam Sudarmiani (2009: 2) diartikan
sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil
dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Manajemen
memiliki pengaruh bagi seseorang/sekelompok orang untuk bertindak. Sama halnya
dengan manajemen, kepemimpinan pun memiliki pengaruh bagi seseorang /sekelompok
orang untuk bertindak. Manajemen merupakan suatu proses menyelesaikan aktivitas
secara efisien dengan atau melalui orang lain dan berkaitan dengan rutinitas
tugas suatu organisasi, sedangkan kepemimpinan muncul jika ada upaya
mempengaruhi seorang individu/kelompok dan berhubungan dengan perubahan.
Menurut Danim (2008: 3) pemimpin dipandang sebagai inti dari manajemen dan
perilaku kepemimpinan merupakan inti perilaku manajemen. Inti dari kepemimpinan
adalah pembuatan keputusan termasuk keputusan untuk tidak memutuskan.
Kepemimpinan akan berjalan jika ada keputusan yang akan dijalankan, demikian
juga manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan dapat mencapai tujuan jika
dijalankan oleh seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan.
Oleh
karena itu, dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai kepemimpinan
dalam manajemen.
1
1.2
RUMUSAN MASALAH
a)
Pengertian kepemimpinan
b)
Pengertian manajemen
c)
Tugas seorang pemimpin
d)
Fungsi kepemimpinan dalam manajemen
e)
Gaya kepemimpinan
f)
Teori-teori kepemimpinan
1.3
TUJUAN DAN MAKSUD PENULISAN
a)
Untuk mengetahui Pengertian kepemimpinan
b)
Untuk mengetahui Pengertian manajemen
c)
Untuk mengetahui Tugas seorang pemimpin
d)
Untuk mengetahui Fungsi kepemimpinan
dalam manajemen
e)
Untuk mengetahui Gaya kepemimpinan
f)
Untuk mengetahui Teori-teori
kepemimpinan
2
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para
pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut
menunjukkan adanya beberapa kesamaan. Dalam bahasa Indonesia
"pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina,
panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja,
tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan menurut istilah pemimpin adalah orang yang
mempunyai wewenang dalam pengambilan keputusan suatu organisasi
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono,2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu
kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan
pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai
tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Hikmat (2009: 249), kepemimpinan adalah
proses pelaksanaan tugas dan kewajiban individu. Kepemimpinan merupakan sifat
dari pemimpin dalam memikul tanggung jawabnya secara moral dan legal formal
atas seluruh pelaksanaan wewenangnya yang telah didelegasikan kepada
orang-orang yang dipimpinnya.
Owen dalam Sudarmiani
(2009: 33) menyimpulkan kepemimpinan sebagai fungsi kelompok non individu,
terjadi dalam interaksi dua orang atau lebih, dimana seseorang menggerakkan
yang lain untuk berpikir dan berbuat sesuai yang diinginkan. Kepemimpinan
adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui
proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum,
Weschler and Nassarik, 1961, 24).
Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang
memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared
Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
3
Kepemimpinan adalah
suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai
tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46). Kepemimpinan adalah suatu
proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan
dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs &
Jacques, 1990, 281).
Atas dasar itu dapatlah kiranya disusun
definisi kepemimpinan yang mudah dipahami, yaitu rangkaian kegiatan penataan
berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar
bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.2 PENGERTIAN MANAJEMEN
Manajemen dalam bahasa inggris berarti mengelola atau
mengatur. Dalam Fattah (2006: 1), manajemen diartikan sebagai ilmu, kiat, dan
profesi. Manajemen sebagai ilmu merupakan bidang pengetahuan yang secara
sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama.
Manajemen sebagai kiat seperti pernyataan Follet merupakan hal yang dapat
mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain dalam menjalankan
tugas. Manajemen sebagai profesi menjelaskan adanya landasan keahlian khusus
untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para profesional dengan dituntun oleh
sebuah kode etik.
Manajemen merupakan suatu sistem yang setiap
komponennya menampilkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan. Manajemen sebagai
sistem memiliki fungsi-fungsi pokok yaitu perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan
(controlling).
Manajemen dapat kita lihat di beberapa sumber yang cukup
terkenal. Yang pertama, pengertian manajemen menurut kamus besar bahasa
Indonesia (KBBI) adalah “penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai
sasaran” atau “pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusaahaan dan
organisasi”.
4
Menurut Hikmat (2009: 11)Manajemen adalah ilmu dan
seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia secara efektif, yang
didukung oleh sumber-sumber lainnya dalam suatu organisasi untuk mencapai
tujuan tertentu. Sedangkan orang yang memimpin organisasi disebut manager.
Menurut Hasibuan manajmen adalah Ilmu dan seni
mengatur pemanfaatan SDM dan sumber lainya secara efektif dan efesien untuk mencapai
suatu tujuan tertentu Manajemen menurut Fayol
adalah kegiatan untuk Memprediksi,
merencanakan, mengkordinasikan,dan mengendalikan
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan
bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan
mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah
laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam
bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau
kelompok.
2.3 PERBEDAAN ANTARA
KEPIMPINANAN DAN MANAJEMEN
Kepemimpinan dan manajemen sering kali disamakan pengertiannya oleh banyak
orang. Pada hakikatnya kepemimpinan mempunyai pengertian agak luas dibandingkan
dengan manajemen.
Dalam arti yang luas kepemimpinan dapat digunakan
setiap orang dan tidak hanyaterbatas berlaku dalam suatu organisasi atau kantor
tertentu. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain,
atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok.
Disini, menurut kami ,kepemimpinan tidak harus dibatasi oleh aturan-aturan atau
tata karma birokrasi. Kepemimpinan tidak harus diikat dalam suatu organisasi
tertentu. Melainkan kepemimpinan bisa terjadi di manasaja, asalkan seseorang
menunjukkan kemampuannya mempengaruhi orang-orang lain ke arah tercapainya
tujuan tertentu.
5
Seorang ulama dapat diikuti orang lain dan memiliki
pengaruh yang besar terhadap orang-orang di daerahnya, tidak harus terlebih
dahulu diikat oleh aturan-aturan atau ketentuan-ketentuan organisasi yang
sering dinamakan birokrasi. Konkretnya seorang kiai atau ulama, dengan
pengaruhnya yang besar, mampu mempengaruhi tingkah laku seorang Bupati Daerah,
di dalam memimpin daerahnya, sehingga tidak harus pegawai itu menjadi pegawai
di Kabupaten.
Dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa
kepemimpinan tidak harus terjadi dalam suatu organisasi tertentu. Apabila
kepemimpinan dibatasi oleh tata krama birokrasi atau dikaitkan dalam suatu
organisasi tertentu, maka dinamakan manajemen.
Dari penjelasan di atas, maka dapat saja terjadi
seorang manajer berperilaku sebagai seorang pemimpin, asalkan dia mampu
mempengaruhi perilaku orang-orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Tetapi
seorang pemimpin belum tentu menyandang manajer untuk mempengaruhi perilaku
orang lain. Dengan kata lain, seorang leader atau pemimpin belum tentu seorang
manajer, tetapi seorang manajer bisa berperilaku sebagai seorang leader atau
pemimpin.
|
PERBEDAAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BERDASARKAN
TUGAS
|
||
|
no
|
Kepemimpinan
|
Manajemen
|
|
1
|
Mengarahkan pada kemampuan individu
|
Mengarahkan pada sistem dan mekanisme
|
|
2
|
Merupakan
kualitas hubungan
|
Merupakan fungsi status kewenangan
|
|
3
|
Diarahkan untuk mencapai keinginan
|
Diarahkan untuk mencapai tujuan
|
|
4
|
Bersifat hubungan personal
|
Bersifat hubungan inpersonal
|
|
5
|
Menggantungkan diri pada sumber yang ada pada dirinya
|
Menggantungkan
diri pada daya dan dana yang ada
|
6
2.4 KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN
Manajemen adalah bagian integral dari kepemimpinan.
Sesungguhnya, dapatlah dikatakan bahwa manajemen tidak bisa dipisahkan dari
kepemimpinan, dan sebaliknya. Dalam kaitan ini, berbicara tentang manajemen
berarti berbicara tentang kepemimpinan, karena pada saat pemimpin melaksanakan
upaya memimpin, ia memanejemeni. Uraian kali ini akan membahas pokok tentang
hubungan kepemimpinan dengan manajemen, sebagai upaya untuk menegaskan
mekanisme integral dari kepemimpinan dan manajemen seperti yang telah tekankan
di atas. Dalam upaya memperjelas mekanisme keterhubungan dimaksud, di sini kami
akan diulas tujuh hal penting seputar hubungan manajemen dan kepemimpinan,
yaitu antara lain: (1) Tempat manajemen dalam kepemimpinan; (2) Pemimpin dan
manajemen; (3) Manajer dan manajemen; (4) Administrator dan manajemen dalam
kepemimpinan; (5) Bawahan dan manajemen; (6) Manajemen dalam organisasi; dan
(7) Manajemen dan upaya memimpin
1. Tempat
Manajemen Dalam Kepemimpinan
Manajemen
seperti telah disinggung sebelumnya adalah fungsi umum kepemimpinan. Sebagai
fungsi umum, manajemen menjelaskan mengenai aspek substansial dan praksis
kepemimpinan, yang berhubungan dengan pelaksanaan kepemimpinan secara nyata
atau aktual. Dalam kaitan ini, manajemen dapat disebut sebagai seni
kepemimpinan. Sebagai seni kepemimpinan, ada tujuh aspek dalam manajemen yang
berhubungan langsung dengan kepemimpinan secara praksis, yaitu antara lain:
a) Manajemen
adalah seni bekerja sama
b) Manajemen
adalah seni pemenuhan kebutuhan
c) Manajemen
adalah seni penggalangan
d) Manajemen
adalah seni mempengaruhi
e) Manajemen
adalah seni menyampaikan perintah atau komunikasi
f) Manajemen
adalah seni membuat masa depan organisasi
g) Manajemen
adalah seni mendayagunakan sumber-sumber
7
Menegaskan hubungan kepemimpinan dan
manajemen ini, dapatlah dikatakan bahwa kepemimpinan dalam kaitan ini
mewadahkan manajemen, dan manajemen adalah pembuktian bagi aktualisasi
pelaksanaan kepemimpinan, atau praksis kepemimpinan dari tujuh aspek seperti
yang telah disinggung di atas. Dengan ini dapatlah dikatakan bahwa manajemen
membutikan bahwa kepemimpinan sedang terlaksana, karena kepemimpinan hanya
berjalan dengan adanya pelaksanaan manajemen.
2. Pemimpin
Dan Manajemen
Hubungan
pemimpin dan manajemen dapat dilihat dari dua sudut pandang. Pertama, Dari
perspektif posisi tugas, seorang pemimpin puncak (top leader) dapat disebut
sebagai manajer puncak, atau manajer eksekutif (executive manager). Penyebutan
seperti ini menjelaskan tentang peran pemimpin sebagai seorang manajer puncak,
yang tidak berarti bahwa pemimpin ada pada posisi manajerial. Kedua, Dari
perspektif hubungan pelaksanaan kepemimpinan, telah dikatakan bahwa pemimpin
tatkala melaksanakan upaya memimpin sesungguhnya ia sedang melaksanakan
tindakan memanejemeni. Dalam perspektif kepemimpinan ini tatkala pemimpin memanajemeni,
ia sedang melaksanakan “seni bekerja sama, seni pemenuhan kebutuhan, seni
merangkum, seni mempengaruhi, seni memerintah, seni membuat peta keinginan masa
depan organisasi, dan seni menggunakan sumber-sumber” yang dibuktikan dengan
melaksanakan upaya memimpin (actuating). Upaya memimpin ini adalah bukti adanya
kepemimpinan yang sedang telaksana.
3. Manajer
Dan Manajemen
Manajer
dalam hubungan dengan menajemen menjelaskan tentang substansi tugas yang ada
padanya. Pada satu sisi, manajer ada pada posisi tugas pelaksana kepemimpinan
dengan membantu pemimpin memimpin pekerjaan yang bersifat departemenal. Di sini
manajer adalah kepala atau pemimpin suatu departemen atau unit kerja dalam
suatu organisasi. Pada sisi yang bersifat lebih substansial, manajemen adalah
tugas seorang manajer yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas kepemimpinan
pada aras manajerial. Tentu tatkala melaksanakan tugasnya, manajer
memanejemeni, tetapi perbedaannya, ialah bahwa ia memanejemeni tugasnya atas
nama pemimpin yang mendelegasikan tugas manajerial kepadanya.
8
4. Administrator
Dan Manajemen Dalam Kepemimpinan.
Administrator
yang telah dijelaskan sebagai pelaksana tugas-tugas khusus kepemimpinan adalah
ujung tombak dari tugas manajemen. Sebagai ujung tombak kepemimpinan,
administrator adalah pelaksana tugas kepemimpinan pada aras operasional. Dalam
hubungan penyebutan posisi tugas dan
peran administrator, hal ini tergantung pada besar kecilnya organisasi dimana
kepemimpinan dijalankan. Apabila organisasinya besar, administrator dapat
disebut sebagai manajer lapangan, dan sebaliknya bila organisasinya kecil,
administrator dapat menjadi pelaksana tugas langsung, baik sebagai sekretaris
atau tugas lapangan yang lainnya.
5. Bawahan
Dan Manajemen.
Bawahan
dan para bawahan adalah pelaksana tugas yang ditempatkan pada unit kerja yang
dipimpin oleh seorang administrator atau manajer tugas yang menyentuh pekerjaan
secara langsung di lapangan. Dalam hubungan dengan manajemen, para bawahan akan
selalu ditempatkan pada suatu unit tugas,yang menyetuh pekerjaan secara
langsung. Sifat pekerjaan langsung ini dapat berupa tugas dasar, tugas utama
mau pun tugas pendukung.
6. Manajemen
Dalam Organisasi.
Dalam
hubungan dengan organisasi, manajemen adalah istilah yang sering identik atau
idiom dengan kepemimpinan. Misalnya tatkala orang menyebut manajemen sewaktu
menjelaskan kata “manajemen dari organisasi ini atau itu” sesungguhnya ia
menunjuk kepada kepemimpinan dari organisasi atau pun sistem kepemimpinan dalam
suatu organisasi.
7. Manajemen
Dalam Upaya Memimpin.
Pemimpin
dalam menerapkan manajemen menyentuh upaya memimpin seperti yang telah
disinggung di atas. Dengan demikian, hubungan pemimpin dalam memanejemeni
kepemimpinan akan sangat terlihat dalam upaya memimpin yang menyentuh bidang
berikut:
a)
Pemimpin memastikan bahwa ia
mengkoordinir kepemimpinan dengan menggerakkan unsur SDM dan mengelola semua
sumber menggerakkan semua kompenen untuk terlibat dalam kerja secara sinergis
dan simultan.
9
b)
Pemimpin memastikan bahwa ia mendasarkan
semua upaya memimpin di atas suatu perencanaan strategis yang lengkap.
c)
Pemimpin harus memastikan adanya
pengorganisasian tugas dan penempatan SDM yang tepat bagi semua tugas yang
dibuktikan dengan adanya delegasi dan penugasan yang benar dan baik. Dalam
hubungan ini, pemimpin harus memastikan bahwa semua unsur pendukung tersedia
dan dapat digunakan dalam upaya memimpin. Pemimpin di sini juga harus
memastikan adanya komunikasi yang jelas dan lancar dalam seluruh sistem
organisasinya.
d)
Pemimpin harus memimpin dengan
menggerakkan semua komponen SDM terlibat dalam pelaksanaan yang bergerak kerja
secara sinergis dan simutan ke arah produktivitas optimal (pencapaian hasil
kerja optimal) dengan menggunakan strategi dan taktik yang andal.
e)
Pemimpin harus memastikan pelaksanaan
kerja dengan melaksanakan supervisi atau pengawasan dan evalusi untuk
refinesasi kerja dalam kepemimpinan guna memperlancar upaya memimpin yang
ditanganinya secara bersinambung ke arah pencapaian tujuan organisasi.
2.5 FUNGSI – FUNGSI KEPEMIMPINAN
Fungsi
– fungsi kepemimpinan bagi seorang manajer adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Perencanaan
Seorang
pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi
diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi. Manfaat –
manfaat tersebut antara lain :
a)
Perencanaan merupakan hasil pemikiran
dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk memutuskan apa yang akan dilakukan.
b) Perencanaan
berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan – keputusan yang berdasarkan
atas fakta – fakta yang diketahui
c) Perencanaan
berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan
dan tujuan atau target yang akan dicapai.
10
2. Fungsi
memandang ke depan
Seorang
pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu mendorong apa
yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan
jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat
berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang
merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi
baik di dalam maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi
hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun yang besar.
3. Fungsi
pengembangan loyalitas
Pengembangan
kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin
tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini,
seseorang pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran,
kata-kata, maupun tingkah laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak
buahnya pemimpin sendiri tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari
loyalitas segala sesuatu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
4. Fungsi
Pengawasan
Fungsi
pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan
pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat
segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali
berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana .
5. Fungsi
mengambil keputusan
Pengambilan
keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Metode
pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau
panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain
sebagainya.
6. Fungsi
memberi motivasi
Seorang
pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin
harus dapat memberi semangat dan mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja
dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi yang dipimpinnya.
Pemberianhadiah, pujian atau ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak
buah sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai
oleh pemimpinnya.
11
2.5 TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN
Otokratis, pemimpin yang demikian bekerja kerang,
sungguh-sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan yang berlaku
dengan ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
Demokratis, pemimpin yang demokratis menganggap
dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya
berusaha bertanggung jawab tentang pelaksanaan tujuannya. Agar setiap anggota
turut serta dalam setiap kegiatan-kegiatan, perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan
dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam
usaha pencapaian tujuan yang diinginkan.
Laissezfaire, pemimpin yang bertipe demikian, segera
setelah tujuan diterangkan pada bawahannya, untuk menyerahkan sepenuhnya pada
para bawahannya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung
jawabnya. Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasilnya dengan tidak
terlampau turut campur tangan atau tidak terlalu mau ambil inisiatif, semua
pekerjaan itu tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari para bawahannya,
sehingga dengan demikian dianggap cukup dapat memberikan kesempatan pada para
bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan.
Berdasarkan dari pendapat tersebut di atas, bahwa
pada kenyataannya tipe kepemimpinan yang otokratis, demokratis, dan
laissezfaire, banyak diterapkan oleh para pemimpinnya di dalam berbagai macama
organisasi, yang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Dengan melihat
hal tersebut, maka pemimpin di bidang pendidikan diharapkan memiliki tipe kepemimpinan
yang sesuai dengan harapan atau tujuan, baik itu harapan dari bawahan, atau
dari atasan yang lebih tinggi, posisinya, yang pada akhirnya gaya atau tipe
kepemimpinan yang dipakai oleh para pemimpin, terutama dalam bidang pendidikan
benar-benar mencerminkan sebagai seorang pemimpinan yang profesional.
12
2.6 SYARAT-SYARAT
PEMIMPIN YANG BAIK
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa seorang yang tergolong
sebagai
pemirnpin adalah seorang yang pada waktu lahirnya
yang berhasil memang telah diberkahi dengan
bakat-bakat kepemimpinan dan karirnya mengembangkan bakat genetisnya melalui pendidikan pengalaman kerja.
Pengambangan kemampuan itu adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus dengan
maksud agar yang bersangkutan semakin memiliki lebih banyak ciri-ciri kepemimpinan. Walaupun belum ada kesatuan
pendapat antara para ahli mengenai syaratsyarat ideal
yang harus dimiliki
oleh seorang pemimpin,
akan tetapi beberapa di antaranya
yang terpenting adalah sebagai berikut :
a) Pendidikan umum yang luas.
b) Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang
genoralist yang baik juga.
c) Kemampuan berkembang secara mental
d) Ingin tahu
e) Kemampuan analistis
f) Memiliki daya ingat yang kuat
g) Mempunyai
kapasitas integratif
h) Keterampilan
berkomunikasi
i) Keterampilan mendidik
j) Personalitas dan objektivitas
l) Mempunyai naluri untuk prioritas
m) Sederhana
dan sebagainya
13
BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kepemimpinan
merupakan kemampuan yang dipunyai seseoarang untuk mempengarui orang orang lain
agar pekerja mencapai tujuan dan sasaran. Kepemamimpinan juga bagian penting
dari manajemen, tetapi tidak sama dengan manajemen. Manajemen mencakup
kepemimpinan tetapi juga mencakup fungsi fungsi lain seperti perencanaan,
pengorganisasian dan pengawasan.
3.2 SARAN
Berdasarkan pada uraian tersebut di atas, maka
penulis mengemukakan saran-saran sebagai berikut :
1. Hendaknya
para pemimpin dalam melaksanakan aktivitasnya kepemimpinannya dalam
mempengaruhi para bawahannya berdasarkan pada kriteria-kriteria kepemimpinan
yang baik.
2. Dalam
membuat suatu rencana atau hendaknya para pemimpin memahami keadaan atau
kemampuan yang dimiliki oleh para bawahannya, dan dalam pembagian pemberian
tugas sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
3. Pemimpin
hendaknya memahami betul akan tugasnya sebagai seorang pemimpin.
4. Dalam melaksanakan akvititasnya baik pemimpin
ataupun yang dipimpin menjalin suatu hubungan kerjsama yang saling mendukung
untuk tercapainya tujuan organisasi atau instnasi
14







Bagus untuk kelompokku :)
ReplyDeletembak, sy boleh minta makalah lengkapnya dalam ms.word?? untuk tugas kuliah sy... Tolong ya mbak...
ReplyDeleteemail saya : femmymarsitha@gmail.com
Terimakasih bnyak mbak. SUkses selalu
maaf yaa. baru sempat online. jadi komentar ya baru di balas.
ReplyDeletemaaf mb mau nnya,,itu daftar pustakanya ga ada ya mb?
DeleteIya mb, mau daftar pustaka nya juga
DeleteASSALAMUALAIKUM KK BOLEH MINTA FILE LENGKAPNYA UNTUK TUGAS KULIAH SAYA TRIMAKASIH KK, EMAIL : Riskialimudin 11@gmail.com
ReplyDeleteTrimaksih kk semogga sukses selalu amin.
yahh..mana referensinya kak.
ReplyDeletebleh mntak filenya
ReplyDeletedaftar pustaka nya amana kak
ReplyDeleteDAFTAR PUSTAKA NYA MANA KAK?
ReplyDeleteBoleh minta makalah full nya ka?
ReplyDeleteminta sumbernya gan tentang kepemimpinan dalam manajemen
ReplyDeleteCasino & RV Park - Laughlin, NV - Mapyro
ReplyDeleteInformation and Reviews 광양 출장안마 about Casino 사천 출장샵 & RV Park in Laughlin, NV - view photos, videos and read 2646 reviews: "The 수원 출장샵 only casino on the strip, 성남 출장마사지 it's really nice to stay near the Rating: 2.8 · 2646 대전광역 출장마사지 reviews