Makalah Bahasa Indonesia
ARTIKEL
ILMIAH DAN JURNAL ILMIAH
OLEH
HILDAWATI
JURUSAN ANTROPOLOGI
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014
Kata
Pengantar
Puji
dan syukur penulis (Kelompok 8) haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena
atas Berkat dan Rahmatnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Isi makalah ini, penulis mengangkat tentang “ARTIKEL ILMIAH DAN JURNAL ILMIAH”.
Semoga dengan pembahasan makalah ini dapat berguna bagi kita. Akhirnya penulis
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu penulis dengan
memberikan dorongan dan saran untuk menyusun makalah ini sehingga diselesaikan
dengan baik. Dan juga makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan, apabila ada kekurangan atau kesalahan kata dalam
penulisan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan bersedia menerima
kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi memperbaiki makalah ini.
PENULIS
i
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar.........................................................................................................
i
Daftar Isi.................................................................................................................
ii
BAB I Pendahuluan
A. Latar
belakang masalah....................................................
1
B. Rumusan
masalah............................................................
1
C. Tujuan
dan maksud penulisan..........................................
1
BAB
II Pembahasan
A. Artikel
Ilmiah...............................................................
2
B. Jurnal Ilmiah................................................................
7
BAB
III Penutup
A. Kesimpulan..................................................................
9
B. Saran............................................................................
9
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Artikel
ilmiah merupakan sejenis tulisan yang menyajikan atau menganalisis suatu topik
secara ilmiah. Keilmiahan suatu tulisan didasarkan pada ragam bahasa yang
digunakannya di samping topik yang dikaji terkait dengan kepentingan ilmu.
Ragam bahasa artikel ilmiah adalah ragam baku (standar) karena situasi
penulisan menuntut keresmian. Banyak orang yang ragu dalam pembuatan artikel
ilmiah. Keraguan itu muncul terkait dengan berbagai pertanyaan, di antaranya
(1) apakah topik yang akan saya sajikan tergolong ilmiah; (2) bagaimana
menggunakan bahasa ilmiah untuk tulisan saya; dan (3) mampukah saya menuangkan
berbagai gagasan ilmiah. Kegiatan
menulis merupakan kegiatan berbahasa secara produktif. Keproduktifannya tampak
pada tulisan yang berisi gagasan yang tak terhingga. Dengan demikian, produk
kegiatan menulis bukan hanya tulisan, melainkan juga gagasan. Gagasan yang
dihasilkan dalam kegiatan menulis merupakan produk berpikir kreatif yang
melibatkan aktivitas hemisfer kiri dan hemisfer.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian
Jurnal dan Artikel Ilmiah
2. Komponen-komponen
artikel ilmiah
3. Karakteristik
jurnal ilmiah
4. Perbedaan
jurnal ilmiah dengan artikel ilmiah
C.
TUJUAN PENULISAN
A. Untuk
mengetahui Pengertian Jurnal dan Artikel Ilmiah
B. Untuk
mengetahui Komponen-komponen artikel ilmiah
C. Untuk
mengetahui Karakteristik jurnal ilmiah
D. Untuk
mengetahui Perbedaan jurnal ilmiah dengan artikel ilmiah
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. ARTIKEL
ILMIAH
1.
Pengertian Artikel Ilmiah
Artikel
ilmiah merupakan sejenis tulisan yang menyajikan atau menganalisis suatu topik
secara ilmiah. Keilmiahan suatu tulisan didasarkan pada ragam bahasa yang digunakannya di samping topik yang dikaji terkait dengan
kepentingan ilmu. Ragam bahasa artikel ilmiah adalah ragam baku (standar)
karena situasi penulisan menuntut keresmian.
Ada dua bentuk artikel ilmiah, yaitu
artikel konseptual yaitu artikel yang diangkat dari gagasan atau ide penulis dan
artikel penelitian–artikel yang diangkat dari hasil penelitan. Perbedaan kedua
jenis artikel tersebut terletak pada bagian isi. Jika dalam artikel konseptual
antara bagian pendahuluan dan bagian penutup hanya berisi isi artikel–yang bisa
terdiri atas beberapa subbab; dalam artikel penelitian antara bagian
pendahuluan dan bagian penutup terdapat bagian landasan teoretis, metodologi
penelitian, dan hasil dan pembahasan.
Artikel ilmiah merupakan bentuk tulisan yang cara penyajian
bahasanya tergolong ke dalam situasi resmi. Dengan demikian, kaidah penggunaan
bahasa dalam
artikel ilmiah adalah kaidah baku. Secara sosiolinguistis, bahasa yang bersifat
resmi termasuk ke dalam bahasa standar (ragam baku). Ragam baku digunakan
untuk (1) berkomunikasi yang bersifat resmi, (2) berkomunikasi dalam
bidang pendidikan dan pembelajaran, (3) berbicara di muka umum,
(4) berbicara dengan orang-orang yang dihormati, dan menguraikan ilmu
pengetahuan dan
menulis karya ilmiah
2
2. Komponen-komponen
Artikel Ilmiah
Pola dasar artikel ilmiah secara umum paling
sedikit berisikan bagian-bagian yang sudah baku, yaitu bagian pengenalan,
batang tubuh, dan kepustakaan. Dalam bahasa yang sederhana ketiga bagian
tersebut dapat juga disebut dengan istilah bagian awal, bagian tengah, dan
bagian akhir. Inti karya ilmiah ada pada bagian batang tubuh atau bagian
tengah, sehingga secara proporsional bagian tengahlah yang paling panjang
uraiannya. Jika ketiga bagian tersebut dianalogikan dengan tubuh manusia,
bagian awal dapat dianalogikan sebagai kepala, bagian tengah sebagai tubuh, dan
bagian akhir sebagai kaki. Dengan penganalogian tersebut kita sudah mendapat
gambaran seberapa besar uraian masing-masing bagian dalam karya ilmiah. Akan
menjadi tidak logis jika tubuh manusia lebih kecil daripada kepala atau
kakinya. Demikian juga dengan karya ilmiah, akan menjadi tidak logis jika
uraian pada bagian pengenalan atau awal lebih panjang daripada bagian batang
tubuh atau tengah.
2.1 Judul Artikel Ilmiah
Judul dibuat dalam Bahasa Indonesia
dan Bahasa Inggris. Judul artikel yang baik bersifat ringkas, informatif dan
deskriptif, terdiri dari sejumlah kata yang seminimal mungkin, tepat
menggambarkan isi tulisan yang mengandung konsep atau hubungan antar konsep;
tepat dalam memilih dan menentukan
urutan kata. Judul disusun tidak terlalu spesifik. Penggunaan singkatan atau
formula kimia sebaiknya dihindari. Judul ditulis dengan huruf besar (kapital),
istilah bahasa asing ditulis dengan huruf miring (italic).
2.2 Nama dan Alamat Penulis
Nama diri penulis ditulis tanpa
mencantumkan gelar dan penulisan nama dari satu artikel ke artikel lainnya
harus tetap/konsisten, hal ini penting untuk pengindeksan nama pengarang.
Keterangan tentang program yang ditempuh, alamat penulis dan/atau e-mail yang dicantumkan
harus jelas, dan diletakkan pada catatan kaki (foot note) di halaman judul dengan
ukuran huruf (font) yang lebih kecil dari ukuran huruf pada isi teks.
3
Contoh:
DUNIA
SIMBOLIK PENGEMIS KOTA BANDUNG
THE
SYMBOLIC WORLD OF BEGGARS IN BANDUNG
Engkus
Kuswamo
Universitas
Padjadjaran
Program
Doktor Ilmu Komunikasi
e-mail:
koeskw@unpad.ac.id
2.3 Abstrak dan Kata Kunci (Abstract
and Keywords)
Abstrak ditulis dalam bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak merupakan sari tulisan yang meliputi latar belakang penelitian secara ringkas,
tujuan, teori, bahan dan metode yang digunakan, hasil temuan serta simpulan.
Rincian perlakuan tidak perlu
dicantumkan, kecuali jika memang merupakan tujuan utama penelitian.
Abstrak bersifat konsisten dengan isi
artikel dan self explanatory, artinya mengandung alasan mengapa penelitian
dilakukan (rasionalisasi & justifikasi), dan tidak merujuk kepada grafik,
tabel atau acuan pustaka. Abstrak
ditulis dalam jarak 1 spasi dengan jumlah kata tidak lebih dari 150 kata yang
dilengkapi dengan 3 – 5 kata kunci,
yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide
atau konsep-konsep dasar yang dibahas dalam artikel.
2.4 Pendahuluan (Introduction)
Dalam pendahuluan dikemukakan suatu
permasalahan/konsep/hasil penelitian sebelumnya secara jelas dan ringkas
sebagai dasar dilakukannya penelitian yang akan ditulis sebagai artikel ilmiah.
Pustaka yang dirujuk hanya yang benar-benar penting dan relevan dengan
permasalahan untuk men”justifikasi” dilakukannya penelitian, atau untuk mendasari hipotesis. Pendahuluan juga
harus menjelaskan mengapa topik
penelitian dipilih dan dianggap penting, dan diakhiri dengan menyatakan tujuan
penelitian tersebut.
4
2.5 Metode (Methods)
Alur pelaksanaan penelitian harus
ditulis dengan rinci dan jelas sehingga peneliti lain dapat melakukan penelitian yang sama
(repeatable and reproduceable). Spesifikasi bahan-bahan harus rinci agar orang lain mendapat informasi
tentang cara memperoleh bahan tersebut. Jika metode yang digunakan telah
diketahui sebelumnya, maka acuan pustakanya harus dicantumkan. Jika penelitian
terdiri dari beberapa eksperimen, maka metode untuk masing-masing eksperimen
harus dijelaskan.
2.6 Hasil dan Pembahasan (Results and
Discussion)
Hasil penelitian dalam bentuk data merupakan bagian yang disajikan
untuk menginformasikan hasil temuan dari penelitian yang telah dilakukan.
Ilustrasi hasil penelitian dapat menggunakan grafik/tabel/gambar. Tabel dan
grafik harus dapat dipahami dan diberi keterangan secukupnya. Hasil yang dikemukakan hanyalah
temuan yang bermakna dan relevan dengan tujuan penelitian.
Temuan di luar dugaan yang tidak
sesuai dengan tujuan penelitian harus mendapat tempat untuk dibahas. Jika
artikel melaporkan lebih dari satu eksperimen, maka tujuan setiap penelitian
harus dinyatakan secara tegas dalam teks, dan hasilnya harus dikaitkan satu
sama lain.
Dalam Pembahasan dikemukakan
keterkaitan antar hasil penelitian dengan teori, perbandingan hasil penelitian
dengan hasil penelitian lain yang sudah dipublikasikan. Pemnbahasan menjelaskan
pula implikasi temuan yang diperoleh bagi ilmu pengetahuan dan pemanfaatannya.
2. 7 Simpulan dan Saran (Conclusion
and Suggestion)
Simpulan merupakan penegasan penulis
mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran hendaknya didasari oleh hasil temuan penelitian, berimplikasi praktis,
pengembangan teori baru (khusus untuk program doktor), dan atau penelitian
lanjutan.
5
2.8 Ucapan Terimakasih
(Acknowledgement)
Ucapan terima kasih dibuat secara ringkas sebagai
ungkapan rasa terima kasih penulis kepada tim promotor/tim pembimbing, dan
pihak – pihak yang telah membantu dalam penelitian serta pemberi dana.
2.9 Daftar Pustaka (References)
Bahan rujukan (referensi) yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanya yang benar-benar
disebutkan dalam naskah artikel.
Penulisan daftar rujukan secara lengkap
dilakukan pada halaman baru. Agar
penulisan daftar pustaka lengkap, maka daftar dibuat sebagai tahap penulisan
paling akhir. Naskah dibaca dari awal sampai akhir, lalu ditulis dalam daftar
semua referensi yang ada dalam naskah
dan daftar . Bahan rujukan berbahasa asing
ditulis sesuai dengan aslinya. Penggunaan et at, dalam bahan rujukan hanya digunakan jika jumlah penulis
terdiri lebih dari 6 orang.
Penulisan daftar pustaka
masing-masing bidang ilmu mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh organisasi intemasional yang menerbitkan publikasi berkala Dalam sistem penulisan nama dipergunakan sistem penulisan nama penulis secara intemasional (yaitu, nama keluarga sebagai entry). Apabila
nama keluarga penulis tidak jelas, maka dituliskan nama penulis secara lengkap.
2.10 Lain-Lain
Catatan kaki (footnotes): ditulis di
bagian bawah dan biasa digunakan sebagai informasi program studi dan alamat
penulis. Dalam bidang ilmu sosial, catatan kaki merupakan keterangan atau
penjelasan atas teks tulisan yang dicatat pada bagian bawah halaman teks tulisan yang
bersangkutan dan diberi tanda tertentu. Penulisan catatan kaki sebaiknya
dibatasi dan biasanya menggunakan ukuran huruf yang lebih kecil daripada huruf dalam teks.
6
B.
JURNAL
ILMIAH
1. Pengertian Jurnal Ilmiah
Menurut wikipedia Jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis
(umumnya peneliti) mempublikasikan artikel ilmiah yang biasanya memberikan
kontribusi terhadap teori atau
penerarapan ilmu. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan,
suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh
penulis, hal ini dikenal sebagai peer review (review oleh
orang-orang yang lebih berkompeten).
Berdasarkan versi lain, jurnal
adalah terbitan berkala yang berbentuk majalah yang berisi bahan ilmiah yang
diterbitkan untuk orang-orang dengan minat khusus (misal: matematika). Awalnya jurnal dalam bentuk buku, namun seiring
berkembangnya teknologi informasi, jurna l kini diterbitkan dalam bentuk elektronik, atau lebih dikenal dengan
nama e-Journal. Jurnal biasanya
diterbitkan 2-3 kali dalam setahun,
2.
Karakteristik
Jurnal Ilmiah
Umumnya
jurnal ilmiah memiliki aspek perkembangan ilmu, bukan artikel ilmiah
biasa. Seleksinya pun cenderung sangat ketat, apalagi jurnal internasional.
Jurnal memiliki cakupan materi yang luas namun sangat padat, hanya 6-8 halaman,
namun setiap kalimatnya bernilai ilmu pengetahuan. Jurnal bersifat sangat
efektif, tidak memuat gambar atu tabel. Untuk jurnal matematika, umumnya banyak
teori rumus dasar yang tidak ditulis, sehingga hanya orang-orang yang sebidang
yang dapat memahami isi dari jurnal ilmiah tersebut.
7
Jurnal ilmiah wajib memenuhi
persyaratan administratif sebagai berikut :
1. Memiliki International Standard
Serial Number (ISSN).
2. Memiliki mitra bestari paling
sedikit 4 (empat) orang.
3. Diterbitkan secara teratur dengan frekuensi paling sedikit dua kali dalam
setahun, kecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frekuensi satu kali dalam
satu tahun.
4. Bertiras tiap kali penerbitan paling sedikit berjumlah 300 eksemplar,
kecuali majalah ilmiah yang menerbitkan sistem jurnal elektronik (e-journal) dan
majalah ilmiah yang menerapkan sistem daring (online) dengan persyaratan
sama dengan persyaratan majalah ilmiah
tercetak.
5. Memuat artikel utama tiap kali penerbitan berjumlah paling sedikit
5 (lima), selain dapat ditambahkan dengan artikel komunikasi pendek yang dibatasi paling banyak 3 (tiga) buah.
8
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Jurnal Ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang
secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis
sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala.
Jadi di dalam jurnal ilmiah terdapat akrtikel artikel Ilmiah. Sehingga dapat
dikatakan bahwa artikel ilmiah adalah bagian dari jurnal ilmiah.
B.
SARAN
Menulis
jurnal ilmiah bukan merupakan pekerjaan yang mudah, tetapi tidak ada salahnya
jika dilatih. Jika ingin karya tulis kita masuk dalam terbitan berkala ilmiah,
maka kita harus memeniuhi aturan yang diberikan, seperti lingkup ilmu, panduan
pengetikan , dan yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas.
9







thx
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteteriamakasih jurnalnya sangat bermanfaat. untuk mencari referensi jurnal lain bisa kunjungi link berikut ini http://ejournal.gunadarma.ac.id
ReplyDeletetolong cantumkan sumbernya dong..
ReplyDeletesangat bermanfaat . thanks :)
ReplyDeleteTerimakasih
ReplyDelete